Awal Berdiri
Ribath Al-Wahabiyyah 1, yang kini dikenal dengan nama Pondok Pesantren Putra Al-Wahabiyyah, diambil dari nama pahlawan nasional KH Abdul Wahab Hasbullah. Pesantren ini merupakan salah satu unit pesantren putra yang bernaung di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas, Jombang.
Pondok Pesantren Putra Al-Wahabiyyah didirikan oleh Al-Maghfurlah KH Imam Asy'ary Muchsin pada tahun 1986. Beliau adalah salah satu pengasuh sekaligus menantu dari KH Abdul Wahab Hasbullah, yang menikah dengan putri beliau, yaitu Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab. Beliau memiliki jiwa dan semangat tinggi dalam mengembangkan nilai-nilai Islam demi mencetak generasi Muslim yang berkualitas.
Pada masa awal berdirinya, Pondok Pesantren Al-Wahabiyyah 1 diprioritaskan bagi santri yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, yakni berupa asrama bagi mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu agama. Namun, seiring perkembangannya dan semakin banyaknya santri yang datang ke Bahrul 'Ulum, atas kebijakan pengasuh, pesantren ini mulai menampung santri dari berbagai jenjang pendidikan hingga saat ini.
Masa Berduka
Pada masa ini, Pondok Pesantren Putra Al-Wahabiyyah 1 kehilangan sosok pengasuh, bapak, sekaligus pendidik terbaik. KH Imam Asy'ary Muchsin wafat meninggalkan para santri Bahrul 'Ulum. Beliau dikenal memiliki budi pekerti luhur dan kepedulian yang sangat besar terhadap kemajuan pesantren.
Kitab Fathul Qorib merupakan wirid yang selalu beliau baca setiap waktu mengaji dan telah menjadi rutinitas harian beliau. Tepatnya pada tanggal 29 Agustus 1996, di pagi hari setelah salat Subuh, para santri telah berkumpul dengan antusias menanti kehadiran beliau untuk memberikan fatwa-fatwa melalui pengajian kitab Fathul Qorib.
Suasana seketika berubah haru ketika terdengar kabar duka bahwa Kyai yang biasa mengajar mereka telah wafat, padahal sebelumnya beliau tampak bugar. Namun, semua itu adalah iradah Allah SWT bahwa setiap makhluk akan kembali kepada-Nya. Beliau meninggalkan kenangan mendalam bagi para santri serta warisan berupa pondok pesantren yang baru saja dirintis dan tengah berkembang pesat.
Era Pembaharuan
Berbagai kemajuan telah dicapai sepeninggal Kyai Asy'ary Muchsin. Secara fisik, dimulai pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih lengkap. Dalam hal mutu pendidikan, kegiatan pengajian weton, sorogan, dan pendalaman Al-Qur'an semakin berkembang. Selain itu, pendidikan formal juga diperkuat dengan berdirinya Madrasah Diniyyah Al-Asy'ariah (MDA).
Sosok sentral yang berperan dalam kemajuan Pondok Pesantren Putra Al-Wahabiyyah 1 adalah Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab. Beliau memiliki dedikasi dan keilmuan yang tinggi. Selepas wafatnya KH Imam Asy'ari Muchsin, beliau memegang tanggung jawab besar untuk membesarkan putra-putri beliau sekaligus mengelola pesantren.
Keaktifan beliau dalam berorganisasi sudah tidak diragukan lagi dengan berbagai jabatan yang pernah diemban, mulai dari anggota DPRD Tingkat 1 Jawa Timur, pengurus Muslimat NU Jombang, hingga pengurus Rumah Sakit BKIA Jombang. Dalam mengembangkan Pondok Pesantren Putra Al-Wahabiyyah 1 dan Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyyah 2, beliau dibantu oleh putra-putri beliau serta jajaran dewan guru.